pendidikan formal Vs. pendidikan NONformal

Etika dan sopan santun lebih dipahami dan dipraktikkan oleh mereka yang (katanya) berasal dari kampung,, dibanding mereka yang mengaku-aku dari (ibu)kota.

pendidikan Indonesia

pendidikan Indonesia

mungkin karena sistem pendidikan formal (di kota) terlalu kebarat-baratan: individualis serta persaingan dengan cara mengejar angka (nilai) semata yang hanya menghasilkan kecerdasan secara Inteligent =IQ.

berbanding terbalik dengan pendidikan nonformal (di kampung) yang kental lewat pewarisan nilai-nilai budaya yang berisi pengetahuan tentang cara hidup dan berelasi dengan orang lain serta lingkungan: etika, sopan santun, gotong royong–kebahagiaan dan kesuksesan bersama yang menjadi tujuan sehingga menghasilkan kecerdasan Emosional dan kecerdasan Spiritual (EQ&SQ). Jiwa Indonesia (dan bangsa timur kebanyakan) yang HIGH CONTEXT CULTURE sesungguhnya ada pada konteks ini, bukan meniru pola barat (pendidikan formal) yang pada akhirnya menciptakan pelajar2 yang hanya tau MENIRU dan TIDAK TAU (menempatkan) DIRI.

dalam konteks SOSIAL; pelajar yang IDEAL adalah yang mampu belajar dari barat namun bukan menjadi peniru TETAPI memfilter dengan cara berpegang teguh pada PRINSIP2 ETIKA SOSIAL BUDAYA ke-indonesia-an yang gotong royong dan saling menghormati-bukan persaingan apalagi sampai menjadi kader2 bangsa yangINDIVIDUALIS (mementingkan kepentingan diri sendiri).

kita semua PELAJAR, bukan?

 

One thought on “pendidikan formal Vs. pendidikan NONformal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>