PASOLA SUMBA 2017

prediksi ini dipublikasikan setelah beberapa riset yang digunakan oleh penulis baik lewat wawancara tentang indikator-indikator pendukung hari di mana nyale muncul di sumba barat khususnya di kecamatan Wanukaka, baik lewat diskusi kepada rato (tokoh adat masyarakat Wanukaka) maupun kepada beberapa sumber yang mampu memberikan informasi terkait nyale dan pasola. penulis juga mempergunakan beberapa tools untuk membantu memperjelas dan memastikan dugaan penulis.

nyale sebagai tanda pasola akan dimulai di kecamatan Wanukaka kabupaten Sumba Barat akan muncul pada hari senin tanggal 20 maret 2017. (nyale biasanya muncul selama 2 atau 3 hari, jika merujuk pada waktu munculnya nyale maka penyelenggaran pasola di kecamatan wanukaka menurut perkiraan penulis yaitu pada tanggal 18, 19 dan 20 maret 2017

untuk kecamatan lamboya telah disepakati pemerintah dan rato adat pada tanggal 18 februari 2017

update untuk kecamatan lainnya akan segera diperbaharui.

Ritual Bijalungu Hiu Paana di Wanukaka 2016

hiu paana wanukaka sumba barat

hiu paana wanukaka sumba barat

Bijalungu Hiu Paana merupakan ritual yang dilaksanakan untuk menyambut musim baru.

Bijal artinya meletakan sedangkan Hiupaana adalah nama sebuah hutan kecil. Dinamakan demikian karena puncak seremoninya dilaksanakan dengan meletakan persembahan di hutan itu, tepatnya di sebuah gua kecil keramat.

Pada malam sebelum acara puncak, banyak benda-benda keramat yang dikeluarkan untuk disucikan. Para warga pun antri untuk mendapatkan berkat para Rato lalu bergantian menari sepanjang malam. Karena merupakan upacara menyambut musim baru, banyak ritual ramal meramalnya, antara lain ritual penyembelihan ayam oleh Rato (pendeta) Marapu dimana kondisi usus ayam mengindikasikan baik buruknya hasil panen mendatang.

Lalu ritual mengamati Manu Wulla Manu Laddu, sebuah batu bertuah yang menurut legenda merupakan pemberian penguasa langit kepada putrinya yang menikahi pria bumi. Jika posisi batu yang berada dalam gua di hutan Hiupaana itu rapat sempurna maka panen akan berlimpah, jika sebaliknya maka kemungkinan akan datang berbagai serangan penyakit.

Ada pula ritual Kabena Kebbo (lempar kerbau). Dalam ritual ini, seekor kerbau muda yang dipilih secara khusus sebagai hewan persembahan akan dihalau memasuki area upacara dan bersamaan dengan itu semua orang dipersilahkan melempar sang kerbau dengan buah pinang yang telah dibagikan. Jika mengenai dahi si kerbau, pelemparnya dipercaya bakal mendapat untung besar. Kena leher juga pertanda baik. Perut dan kaki dipercaya sebagai bagian yang kurang baik, dan masih banyak lagi.

Ritual ini dilaksanakan di kampung Weigali, hutan Hiu Paana, kecamatan Wanukaka, kabupaten Sumba Barat yang berjarak sekitar 18 km dari kota Waikabubak. pada tahun 2016 ini ritual ini dilaksanakan pada tanggal 02 Februari 2016.

dihimpun dari berbagai sumber.

Jadwal Pasola Sumba 2016

jadwal pasola sumba 2016

Pasola merupakan ritual tahunan yang diselenggarakan satu kali dalam satu tahun sebagai ungkapan syukur dan persembahan kepada para Marapu (Sumbanesse God/ Ancestors) yang ditandai dengan hadirnya cacing Nyale (Annelida dan Palolo virdis) hadir di pinggir laut sekitar wilayah pasola guna mendapat panen yang melimpah di masa yang akan datang.

Nyale Sumba

Nyale Sumba

Pasola di sumba dilaksanakan hanya di 3 kecamatan yaitu kecamatan Kodi, kecamatan Lamboya dan kecamatan Wanukaka. Berikut merupakan jadwal pasola yang diperoleh dari berbagai sumber:

Pasola Lamboya (kabupaten Sumba Barat): tanggal 02 februari 2016

Pasola Kodi (kabupaten Sumba Barat Daya): tanggal 26 dan 27 Februari 2016

Pasola Wanukaka (kabupaten Sumba Barat): antara tangggal 29 februari 2016

 

 

 

 

catatan: jadwal pasola ditentukan oleh Rato (tokoh adat) dengan cara melihat bulan yang sesuai dengan bentuk dan derajat tertentu.

Hikayat kedatangan para Marapu; nenek moyang orang Sumba

Sumbanesse Ancestors

Sumbanesse Ancestors

Malaka Tanabara (Malaysia), dengan melintasi Hapa Riu Ndua Riu (kepulauan Riau), Hapa Njawa Ndua Njawa (Pulau Jawa), Ruhuku Bali (Pulau Bali), Ndima Makaharu (Bima, Pulau Sumbawa), Endi Ambarai (Ende, Pulau Flores), Numa Hadamburu, lalu tiba di Haharu Malai – Kataka Lindiwatu (Haharu, Pulau Sumba).

*diolah dari berbagai sumber

Mamuli, Marapu, Ichthius dan Kristen

mamuli dan marapu

mamuli dan marapu

Mamuli merupakan mas kawin yang digunakan orang sumba yang diberikan oleh pihak laki-laki kepada pihak perempuan terkhususnya ibu dari sang mempelai wanita bermakna sebagai lambang kesuburan, kehidupan dan sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada sang ibu yang telah melahirkan sang anak (mempelai wanita).

mengenal tentang Ichthius (ichthys):

“Greeks, Romans, and many other pagans used the fish symbol before Christians. Hence the fish, unlike, say, the cross, attracted little suspicion, making it a perfect secret symbol for persecuted believers. When threatened by Romans in the first centuries after Christ, Christians used the fish mark meeting places and tombs, or to distinguish friends from foes. According to one ancient story, when a Christian met a stranger in the road, the Christian sometimes drew one arc of the simple fish outline in the dirt. If the stranger drew the other arc, both believers knew they were in good company. Current bumper-sticker and business-card uses of the fish hearken back to this practice.”

“menyatakan bahwa simbol ikan ini merupakan simbol rahasia yang digunakan oleh penganut ajaran Kristus yang teraniaya oleh kekuasaan romawi saat itu. menurut sejarah, ketika orang kristen bertemu di jalan, mereka akan menggambar satu lengkungan sederhana menyerupai setengah ikan. jika orang asing menggambar lengkungan menyerupai setengah ikan lainnya, mereka akan saling percaya untuk dapat bekerjasama.”

Dengan demikian saya berkesimpulan bahwa bentuk gambar Ichthius (ichthys) yang menyerupai ikan ini merupakan simbol yang menunjukan bahwa mereka adalah pengikut ajaran kristus (kristen saat ini).

Saya tidak ingin membatasi dugaan saya sebatas mamuli sebagai representasi alat reproduksi wanita dan sebagai mas kawin semata, lebih jauh daripada itu saya menduga bahwa Mamuli merupakan simbol Ichthius (ichthys) yang memiliki pesan (tersembunyi dan rahasia) yang bermakna bahwa nenek moyang/penganut Marapu (kepercayaan lokal Sumba) saat itu ialah penganut ajaran kristus!

Kajalla, kedatangan nenek moyang Sumba

Kajalla, kedatangan nenek moyang Sumba

kain panggiling sumba-Yaman

kain panggiling sumba- foto yang di tengah merupakan foto pernikahan di Yaman

Perlu dicatat bahwa pada artikel saya sebelumnya tentang asal nenek moyang orang sumba bahwa mereka berasal dari Makkah tabakul (Mekkah-Arab Saudi yang membesarkan kita), lalu tidak dijelaskan keberadaannya kemudian mereka telah berada di Malaka Tanabara (Malaysia), dst sampai di  Haharu Malai – Kataka Lindiwatu (tanjung sasar, Pulau Sumba)

kembali ke dugaan saya sebelumnya tentang kepercayaan Marapu dan ajaran Kristus yang diperkuat dengan kesamaan antara bahasa ibrani dan banyak istilah dalam bahasa sumba  yang meyakini adanya sosok pencipta (causa prima) berupa:

  1. Na Mapadikangu Tau (Pencipta Manusia), Na Mawulu Tau Na Majii Tau (Yang Membentuk dan Membuat Manusia), Na Mawulu Tanga Mata Kalindi Uru-Na Mahangatu RI Wihi RI Lima (Yang Membentuk Alis Mata dan Batang Hidung. Yang Menyayat Tulang Kaki dan Tulang Tangan) Na Ndiawa Tumbu-Na Ndiawa Dedi (Dewa Yang Menumbuhkan dan Dewa Yang Menjadikan)= Jehovah Hosenu – Tuhan pencipta – Mazmur 95:6 Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.
  2. Ina Nuku-Ama Hera (Ibu Hukum dan Bapak Cara), Na Matimba Nda Haleli-Na Mandahi Nda Panjilungu (Hakim Yang Maha Adil), Na Mailu Paniningu-Na Mangadu Katandakungu (Yang Memandang dengan Teliti dan Meninjau dengan Tuntas, Yang mengetahui segala perbuatan baik atau buruk dari tingkah laku manusia), Mapatandangu Manjipu-Na Mapatandangu Mandoku Mandanga (Yang Memperha tikan yang Salah dan Menimbang yang Keliru) = Elohim Shoptim Ba Arete – Tuhan keadilan bumi – Mazmur 58:12 Dan orang akan berkata: “Sesungguhnya ada pahala bagi orang benar, sesungguhnya ada Allah yang memberi keadilan di bumi.”, Hakim yang adil – 2 timotius 4:8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya. Elohei Mishpat. God of Justice (Isa. 30:18). Jehovah Tsidkenu (The Lord Our Righteousness)
  3. Na Mapadikangu Awangu Tana (Pencipta Langit dan Bumi), La Hupu Ina-La Hupu Ama (Ibu Segala Ibu dan Bapak Segala Bapak), Na Ina Mbulu-Ama Ndaba (Ibu dan Bapak Seisi Alam) Na Ina Pakawurungu-Na Ama Pakawurungu (Ibu dan Bapak dari Seluruh Yang Ada), Ina Bai-Ama Bokulu (Ibu Agung dan Bapak Besar) Ina Makaluni-Ama Makaluni (Ibu dan Bapak Yang Kudus)= Elohim, Sang Pencipta yang Maha Kuasa, Jehovah-Tsebahoth: Tuhan semesta alam. 1 Samuel 01:03, Adon Olam — “Penguasa Semesta”.
  4. Na Pandanyura Ngara-Na Pandapiaka Tamu (Yang Tidak Disebut Gelarnya dan Yang Tidak Dikatakan Namanya)= Yahweh is the promised name of God. This name of God which (by Jewish tradition) is too holy to voice, is actually spelled “YHWH” without vowels
  5. Mayapa Watu Wulu-Matema Loja Lala (Pemegang Batu Ciptaan dan Penadah Kuali Leburan)
  6. Ndiawa Mbulungu -Pahomba Mbulungu (Jiwa dan Roh Yang Esa)
  7. Na Mabokulu Wua Matana- Na Mambalaru Kahiluna (Yang Besar Biji Matanya-Yang Lebar Telinganya, Yang dapat melihat dan mendengar seluruhnya) = El Roi, Allah yang Melihat
  8. Na Kandapu Nda Ngihirungu-Na Karangga Nda Lelingu (Bukit Yang Tak Beranjak dan Ranting Yang Tak Bergerak,Yang Abadi)= Yah/YHWH, AKU, TUHAN yang tidak pernah berubah, TUHAN yang swa-ada, El Olam (The Everlasting God)

Satu hal yang pasti ialah kepercayaan Marapu meyakini bahwa sang Pencipta Tertinggi itu ada dan Esa/Satu/Tunggal, adapun semacam dewa-dewa atau benda-benda yang dikeramatkan itu hanya dianalogikan sebagai seksi-seksi dalam struktur pemerintahan di mana masyarakat (manusia) terlalu sungkan untuk langsung meminta kepada presiden (Pencipta) maka terlebih dahulu ia menyampaikannya kepada kepala-kepala bidang tangan kanan presiden, misalnya (bisa malaikat atau dewa dalam pemahaman marapu) tetapi dengan jelas mereka meyakini kedudukan tertinggi ialah sang Na Mapadikangu Awangu Tana; Tuhan sang Pencipta.

 

sumber:

http://www.christianitytoday.com/ch/asktheexpert/oct26.html

https://www.blueletterbible.org/study/misc/name_god.cfm

http://id.wikipedia.org/wiki/Marapu

https://yesushidup.wordpress.com/2012/03/20/nama-dan-gelar-tuhan/